Kamis, 20 Agustus 2015

Nah Lho, Jangan Langsung Minum Teh Setelah Makan

Segelas teh adalah minuman favorit banyak orang setelah makan. Sebagian orang ada juga yang punya kebiasaan langsung merokok setelah makan, sementara sebagian lagi memilih tidur. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak semuanya baik karena bisa menghambat kerja organ pencernaan.


Ketahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan:

- Tidur
Tidur setelah makan besar bisa memperlambat organ pencernaan sehingga kita akan merasa kembung dan tidak nyaman saat bangun. Tidur telentang juga akan menyebabkan makanan langsung masuk ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada. Sebaiknya tunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur, sehingga organ pencernaan telah memecah makanan.

- Makan buah
Kecepatan tubuh dalam mencerna makanan ternyata berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Buah dicerna dengan cepat, sehingga jika kita mengonsumsinya langsung setelah makan, mereka akan diam lama, terfermentasi dan menyebabkan gas. Konsumsilah buah satu atau dua jam sebelum makan. Kebiasaan ini juga membantu kita makan berlebihan di waktu makan.

- Minum teh
Minum teh setelah makan akan mengganggu organ pencernaan karena daun teh bersifat asam sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh mencerna makanan. Asam dari teh juga membuat protein yang kita asup lebih sulit dicerna. Teh juga mengandung polifenol dan tanin yang mengikat zat besi dalam makanan dan membuatnya sulit diserap tubuh. Padahal, bagi ibu hamil dan anak-anak zat besi adalah mineral penting.

- Minum banyak air
Hindari minum terlalu banyak air saat sedang makan atau setelah makan karena bisa membuat asam lambung dan enzim lebih encer sehingga harus bekerja keras mencerna makanan.
Menurut ilmu Ayurveda, minum teh jahe setelah makan justru bisa membantu kerja organ pencernaan. Kandungan dalam jahe bisa mempercepat pergerakan makanan dari lambung ke usus halus, merangsang produksi enzim pencernaan dan meredakan kram perut.

- Merokok
Ada pendapat yang mengatakan bahwa merokok satu batang setelah makan setara dengan merokok 10 batang. Walau hal itu masih diperdebatkan, tapi merokok pada waktu apa pun sebenarnya memang buruk bagi kesehatan.

- Olahraga
Setelah makan, fokus utama tubuh adalah mencerna makanan. Jika Anda langsung berolahraga setelah makan berat, organ pencernaan akan kekurangan daya untuk mencerna. Efek yang bisa kita rasakan antara lain kram perut, pusing, atau diare.
Sebagai gantinya, lakukan olahraga ringan seperti berjalan santai sekitar 30 menit setelah makan. Selain membantu kerja organ pencernaan, aktivitas ini juga membantu menurunkan berat badan.

Rabu, 12 Agustus 2015

Subhanallah, Sedekah Air Jalan Menuju Surga

Sebagai dampak dari peristiwa El Nino maka Indonesia akan mengalami musim kemarau yang panjang ditahun 2015 ini, lebih panjang dari tahun sebelumnya. Hal ini akan berdampak pada kekeringan di beberapa daerah terutama di Indonesia bagian Timur dan daerah-daerah yang terletak di Lintang Selatan seperti Sumatera Selatan, Lampung,  Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulsel dan Papua bagian Selatan.


Air adalah kebutuhan utama makhluk hidup. Air adalah sumber kehidupan. Dengan air, tumbuh pepohonan, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya,….” (Az-Zumar : 21).

Sedemikian pentingnya air bagi kehidupan, memberikan akses air kepada makhluk Allah SWT sama saja dengan memberikan kehidupan kepadanya. Balasan atas hal ini sangat besar, karena asas manfaat yang sangat vital.

Sedekah air jalan menuju surga.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Suatu saat ada seorang laki-laki berjalan dan di tengah-tengah perjalanan ia mengalami kehausan. Kemudian, ia mendapatkan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya dan minum darinya. Lantas ia keluar dan tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan, lalu orang itu berkata, ‘Anjing ini benar-benar telah kehausan seperti saya tadi juga kehausan.

Ia pun turun ke sumur lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh. Kemudian, ia menggigit sepatunya sehingga ia naik ke atas dan memberi minum anjing itu. Allah pun memuji perbuatan orang itu dan mengampuni dosanya.” 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kalau kita menolong binatang juga mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa yang segar itu mendatangkan pahala.”

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dikatakan, “Kemudian Allah memuji perbuatan orang itu dan memberi ampunan kepadanya serta memasukkannya ke dalam surga.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim lainnya disebutkan, “Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur yang hampir mati karena kehausan. Kemudian, ada seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing itu, lalu ia melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, dan ia pun meminumkannya kepada anjing itu. Maka, diampunilah dosa orang itu lantaran perbuatannya itu.” (Bukhari dan Muslim)

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kisah-kisah di atas. Salah satunya adalah keutamaan memberikan atau bersedekah air kepada yang membutuhkan, baik kepada golongan manusia maupun binatang. Itu karena mengalirkan air kepada yang membutuhkannya, baik terhadap manusia maupun makhluk lainnya, merupakan suatau kewajiban. Perilaku tersebut merupakan amal utama yang bisa mendekatkan seorang manusia kepada Allah SWT.

Selain itu, dalam hidupnya, manusia maupun makhluk lainnya sangat bergantung pada ketersediaan air. Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya. Tanpa adanya air, sulit bagi makhluk hidup, terutama manusia, untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, memberikan air sama dengan memberikan kehidupan bagi orang lain dan menjaga keberlangsungan hidupnya. Oleh karena itulah, memberikan atau bersedekah air merupakan amal utama.

Dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud). Oleh karena itu, hendaknya kita berupaya untuk memberi atau bersedekah air kepada orang atau makhluk lain yang membutuhkannya. Sebab, ketika kita melakukan hal ini berarti kita telah melakukan amal utama yang akan mendatangkan pahala, pengampunan dosa, dan jalan meraih surga.

Memberi atau bersedekah air dapat diwujudkan dengan memberikan air minum secara langsung kepada orang yang kehausan ataupun kepada binatang lain yang sedang mengalami kehausan. Selain itu, bersedekah pun dapat diwujudkan dengan membangun sumber air atau mengalirkan air ke tempat-tempat yang sulit atau kekurangan air sehingga masyarakat atau lingkungan sekitarnya merasakan kemudahan mendapatkan air, baik untuk minum maupun untuk memenuhi kebutuhan lainnya. 

Wallahu’alam.